Crimebatanghari.com – Sungai Baung, Batanghari | Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kepedulian terhadap infrastruktur desa kembali ditunjukkan oleh warga Dusun Sungai Baung. Pada Sabtu, 29 Maret 2025, tepat dua hari sebelum Idul Fitri 1446 H, warga bahu-membahu memperbaiki jalan berlubang yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Aksi gotong royong ini berawal dari inisiatif Bapak Mukhtar, S.Ag., M.Pd., seorang dosen di Universitas Islam Batanghari sekaligus guru di MTsN 1 Batanghari. Melihat kondisi jalan yang semakin membahayakan, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak bersilaturahmi saat Lebaran, beliau memulai perbaikan dengan menimbun lubang-lubang menggunakan campuran pecahan aspal dan tanah. Awalnya, beliau bekerja sendirian, namun kepeduliannya mengundang partisipasi warga lainnya hingga tercipta aksi gotong royong yang luar biasa.

“Awalnya saya hanya ingin menimbun sedikit demi sedikit agar jalan lebih nyaman dilewati. Tapi ketika warga lain melihat, mereka langsung ikut membantu. Alhamdulillah, pekerjaan ini jadi lebih ringan dan cepat selesai,” ujarnya dengan penuh semangat.
Semangat kebersamaan semakin terasa karena kegiatan ini dilakukan di bulan Ramadhan. Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, warga tetap bersemangat bekerja, mengesampingkan rasa lelah demi kepentingan bersama. Tak butuh waktu lama, beberapa warga mulai bergabung. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu mengangkut tanah dan pecahan aspal untuk menutup lubang-lubang di sepanjang jalan.

Kepala Desa Sungai Baung, Bapak Ridwan, S.E., yang juga merupakan adik dari Bapak Mukhtar, turut mengapresiasi inisiatif ini. “Saya sangat bangga melihat semangat kebersamaan ini, terlebih di bulan suci Ramadhan. Apa yang dilakukan Pak Mukhtar dan warga adalah bentuk kepedulian nyata terhadap desa kita. Saya akan berupaya menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah agar perbaikan jalan bisa dilakukan secara lebih maksimal,” ujarnya.
Warga berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah agar perbaikan jalan ini tidak hanya bersifat sementara. Mereka menginginkan pengaspalan ulang agar jalan lebih tahan lama dan tidak mudah rusak kembali.

Dengan adanya kerja sama dan kepedulian seperti ini, Sungai Baung menunjukkan bahwa gotong royong bukan hanya sekadar slogan, tetapi sebuah tindakan nyata yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat. Semoga aksi positif ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama di bulan penuh berkah ini.
(Crime Batanghari – Redaksi)
Leave a Reply